Kamis, 13 April 2017

Masih Tentang Pemerkosaan

Tahun 2014 yang lalu masih teringat di kepala saya mengenai ucapan seorang narasumber pada acara seminar nasional di sebuah universitas ternama di Bandung, Jawa Barat.
Kami (perempuan) yang suka memakai rok mini, celana pendek, baju ketat. Bukan meminta untuk di perkosa. Tapi hanya sebagai kebiasaan dan kenyaman saja dalam berpenampilan.
Statment ini bisa di terima untuk untuk sementara. Tapi kalau di gali lebih jauh lagi, maka statment ini tidak bisa di terima.
Lho, kenapa bisa begitu, bukankah berpenampilan itu termasuk Hak Asasi Manusia (HAM)?
Tenang, saya akan mencoba menjelaskan dengan sederhana.
Perempuan yang berpenampilan minim bukan meminta untuk di perkosa. Tapi berbeda dengan kaum Adam, ketika melihat seperti itu maka mereka akan merasionalkan bahwa perempuan seperti itu meminta untuk di perkosa.
Perempuan berpenampilan minim tidak ingin di perkosa. Tapi laki-laki yang normal "INGIN" memperkosa. Pernah lihat tidak seorang Kiyai, Ustad, Tengku, atau pemangku agama berzina ?
Jangan selalu disalahkan laki-lakinya, tapi salahkan juga perempuannya.
Jika perempuan mampu menjaga kehormatannya, maka akan menjadi penegak agama. Jika tidak, akan menjadi penghancur agama.
Perempuan istimewa, seorang Ibu Pertiwi. Penyumbang semangat dan inspirasi untuk negeri. Dengan catatan, perempuan itu mampu menjaga diri. Bukan menjaga rok mini, dan celana ketat.
Memang saya mengakui bahwa pornografi itu bersumber dari otak lelaki. Bahkan seorang dosen saya dulu pernah mengatakan bahwa,
"Porno itu tidak terletak pada penampilan perempuan. Tapi terletak pada isi kepala seorang laki-laki. Bagaimana pun tertutupnya seorang perempuan berpenampilan. Jika yang ada dalam kepala laki-laki adalah porno, maka pornografilah yang menjadi pikirannya. Ahhasil akan terjadi yang namanya Pornoaksi".
Namun demikian, kembali lagi pada perempuan. Mau memakai rok mini, baju ketat atau tidak ?
Jika jawabanya "Iya" maka bersiaplah kasus pemerkosaan di negeri ini tanpa henti.
Jika jawabannya "Tidak" maka besar harapan kasus pemerkosaan akan berkurang.
Jadilah wanita yang elagan, berpenampilan yang sopan. Mencintai agama, sehingga mengerti kalau membuka aurat itu adalah dosa.
Laki-laki juga begitu, melihatlah sewajarnya. Jangan melihat dengan detail. Sehingga godaan setan mampu di kalahkan.




*Semoga bermanfaat.